Mengheningkan Cinta

(melatih pikiran untuk mecintai)

Mengheningkan Cinta adalah judul seminar pada tanggal 5 Mei 2017 yang diadakan di Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma dengan pembicara yang bernama Adjie Silarus. Sebelum masuk kedalam topik mengheningkan cinta, ada kalanya kita harus memahami apa itu hening. Hening bisa berarti diam, hening bisa berarti sepi, dan hening bisa berarti sunyi. Namun hening disini adalah mengistirahatkan pikiran. Sering kali, pada saat ini, kita ada di suatu tempat namun tidak beserta pikiran kita (pikiran kita ada di tempat lain). Cinta. Apa itu cinta? Banyak orang yang menyamakan istilah cinta dengan suka. Cinta adalah keikhlasan. Ikhlas atas ketidaksempurnaan, ikhlas akan keegoisan, ikhlas atas perubahan. tapi bukan berarti tidak menuntun atau mendampingi dia ke arah yang lebih baik.

Contoh sederhana : seorang ibu yang perfeksionis, yang senang akan kebersihan akan dihadapkan dengan anak yang tidak masalah dengan ketidakteraturan. itu adalah hal yang wajar. rasa seorang ibu terhadap anaknya itu adalah cinta yang paling indah. dua hal tadi (ibu yang perfeksionis dan anak yang senang akan ketidakteraturan) adalah hal yang bertolak belakang. dan pasti sang ibu selalu mengingatkan sang anak akan hal itu. mengingatkan disini dalam berbagai cara, bisa dengan nada yang agak tinggi misalnya. tapi bukan berarti ibu kita tidak mencintai kita bukan? beliau hanya ingin kita menjadi yang lebih baik versi kita. beliau ingin kita berkembang ke arah yang lebih baik. yang sebenarnya hal itu pun dapat memudahkan kita dalam kehidupan nantinya.

dalam seminar ini juga ada healing session. sesi dimana kita dilatih untuk menerima.  contoh misalnya diputusin pacar. mindfulnes mengajarkan kita untuk menerima bahwa hal itu wajar dan bagian dari kehidupan. dan hal yang harus dihadapi demi menjadi yang lebih baik lagi versi kita. bagaimana caranya? banyak orang bertanya bagaimana caranya dan setelah diberi solusi, apakah orang yang tadi bertanya “bagaimana” itu akan mengikuti saran yang telah diberikan? jawabannya adalah tidak juga, belum tentu. karena banyak dari kita yang tidak bersungguh-sungguh akan hal itu. niat yang minim. atau langsung bilang “tidak bisa”, “susah”. memang tidak mudah, tapi sudah banyak yang bisa kan? saya salah satu contohnya yang pernah ada dalam situasi tersebut. lalu bagaimana caranya? jawabannya adalah ikhlas. ikhlas menerima, ikhlas memaafkan. ikhlas menerima bahwa ini juga bagian dari rencana Tuhan. ikhlas memperbaiki kualitas diri. hal ini perlu, karena akan mendekatkan dengan kemungkinan-kemungkinan dan rezeki yang lebih baik. lalu membuka diri dan hati. kepada siapa? tidak langsung kepada lawan jenis. tetapi bisa kepada lingkungan, keluarga, sahabat. ingat betapa mereka tetap mencintaimu meskipun pada saat dirimu merasa terpuruk. ingat betapa mereka juga ikut bersedih apabila kamu terlalu larut dalam kesedihan. ingat betapa mereka juga ingin yang terbaik untukmu.

lalu apa itu mengeningkan cinta?

mengeningkan cinta yang dimaksud adalah keadaaan dimana kita menyadari, menerima, memahami, dan bersyukur atas segala sesuatu yag kita miliki terutama kejadian masa lalu yang membuat kita seperti sekarang ini. sekarang yang menjadi pertanyaan adalah apakah kita tetap berada dalam bayang-bayang masa lalu? apakah kita tetap menghawatirkan masa lalu? coba pahami kalimat ini mencoba mengubah sesuatu yang tidak bisa kita ubah adalah suatu hal yang sia-sia. untuk itu berhentilah memikirkan masa lalu. hanya cukup belajar dari nya tetapi tidak untuk tinggal di dalamnya. dan teruntuk yang tidak tinggal di masa lalu, jaga dan rawatlah cinta itu, bersyukur karenanya, agar selalu damai didalamnya dan tidak menyesal karena tidak melakukan yang terbaik untuknya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s