Blog

Masalah Komunikasi dalam Organisasi dan Solusinya di Bidang Teknik Sipil

Masalah Komunikasi dalam Organisasi

Tingkatan Organisasi

Setiap kali satu orang memiliki posisi yang lebih tinggi dalam hirarki organisasi dari orang lain. Ada masalah potensial dalam kemampuan mereka untuk berkomunikasi dengan satu sama lain. Seringkali prioritas ditetapkan sesuai dengan orang yang meminta layanan daripada yang paling membutuhkan: itu juga menyangkut kurangnya pengetahuan tentang siapa melakukan apa di departemen. masalah khusus lainnya adalah jarak fisik antara anggota organisasi, spesialisasi fungsi-fungsi dan kepemilikan informasi.

Hubungan Status

Salah satu hambatan mendasar untuk komunikasi organisasi adalah hubungan status dalam setiap organisasi. Status datang dalam berbagai bentuk dalam sebuah organisasi (misalnya ukuran kantor, karpet, perabotan kantor, alat tulis, sekretaris pribadi, mobil, tempat parkir, gaji atau fungsi pekerjaan). Apapun bentuknya, status mengganggu komunikasi yang efektif antara orangorang pada tingkat yang berbeda. Status  hubungan “atasan”,“bawahan”. Misalnya menghambat aliran bebas informasi dalam organisasi.

Ketika  pesan  tertentu  harus  bersaing  dengan  pesan  lain  untuk  perhatian,  semakin  besar kemungkinan akan komunikasi untuk memecah. Jika ada keterlibatan status dan ego pada pesan yang sedang dikirim, masalahnya semakin diperkuat. Ego dan status seseorang adalah sangat penting, setiap kali salah satu terancam, gesekan dan ketegangan akan berkembang. Gesekan ini pasti akan menghasilkan distorsi dan kerusakan dalam sistem.

Masalah komunikasi akibat perbedaan status hubungan dapat hasil dari konsep “keseluruhan”; satu orang mengasumsikan tahu itu semua sikap dan tidak berinteraksi dengan orang lain. Manajemen harus dalam situasi semacam ini mencoba untuk menanamkan sikap objektivitas dalam masing-masing anggota, menunjukkan   keuntungan mengendalikan   ego   atau menyimpannya di belakang dan menunjukkan bagaimana kompromi antara ego bersaing kadangkadang yang terbaik untuk masing-masing individu maupun bagi organisasi. Perbedaan status harus ditekankan kembali atau komunikasi yang efektif tidak dapat terjadi.

Meskipun  fakta  hubungan  status  diberikan  dalam  organisasi  apapun,  suasana  persetujuan komunikatif dapat dikembangkan sehingga pesan tidak dalam persaingan konstan ke atas dan ke bawah. Masalah organisasi lain yang harus ditangani terkait dengan kurangnya pengetahuan tentang siapa melakukan apa di departemen.

Kurangnya pemahaman organisasi

Dalam perkembangannya, organisasi dinamis dalam promosi dan transfer personil kadang-kadang sering terjadi, berkontribusi terhadap kesalahpahaman anggota organisasi atau tidak memahami tanggung jawab, kebutuhan, dan permasalahan divisi yang terpisah dalam struktur bisnis.

Jarak fisik antara anggota

Semakin banyak link yang ada dalam rantai komunikasi dan lebih jauh adalah penerima dari pengirim.  Semakin  sulit  akan  untuk  sukses  pesan.  Dengan  demikian  kedekatan  dapat memfasilitasi  dan  menghambat  jarak  informatif  dan  tepat  waktu  komunikasi.  Kesalahan mungkin terletak pada struktur dan prosedur organisasi konvensional, sehingga membutuhkan studi mendalam tentang praktik saat ini. Salah satu cara yang mungkin untuk memperbaiki kesalahan bagi kurangnya keberhasilan pesan akan mengurangi jarak fisik antara anggota organisasi,  yaitu,  mempersingkat  jumlah  link  pesan  yang  harus  dilalui  untuk  mencapai tujuannya. masalah jarak fisik adalah salah satu alasan untuk ”jembatan” komunikasi horizontal.
Ini dapat menimbulkan spesialisasi pekerjaan. yang juga senyawa kebutuhan untuk memahami komunikasi antar berbagai tingkatan.

Spesialisasi tugas

Dengan meningkat penekanan akhir-akhir ini pada spesialisasi pekerjaan, tidak sulit untuk melihat  bagaimana  seseorang  dianggap  sebagai  ahli  di  daerah  tertentu  mungkin  sulit berkomunikasi dengan baik dengan ahli lain di daerah yang sama sekali tidak berhubungan. Sebagai contoh, ketika seseorang melakukan tugas X dan orang lain melakukan tugas Y, mereka mungkin  memiliki  lebih  sedikit  hal  untuk  dikomunikasikan daripada jika mereka berdua melakukan tugas yang sama. Dipisahkan oleh fungsi mereka, mereka harus berkomunikasi melalui saluran. Jadi, penekanan lebih diletakkan pada komunikasi “formal” dan kurang pada komunikasi “informal”, meskipun salah tafsir dan kesalahpahaman yang mungkin terjadi lebih sering sebagai salah satu konsekuensi dari ini ketergantungan meningkat pada saluran “resmi”. untuk  membuka  saluran  komunikasi  antara  kelompok-kelompok   yang  dipisahkan oleh spesialisasi  fungsi  tugas,  manajemen  mungkin  perlu  menciptakan  iklim  kebersamaan dan menunjukkan setiap segmen organisasi tergantung pada divisi lain. Unit-unit yang  berbeda perlu mencari “kebersamaan”  dan  memulai  wacana  mereka atas dasar  itu.  Keterbukaan  dan pengambilan keputusan partisipatif harus membantu.

Sebuah hasil yang sesuai spesialisasi tugas mungkin merupakan sikap “kepemilikan informasi”. Itulah saya “sendiri” informasi saya dan dapat mendistribusikannya kapan dan kepada siapa yang saya pilih. Jika saya ingin menyimpannya untuk diri saya sendiri, saya dapat melakukannya. Jelas, ini jenis sikap tidak kondusif untuk kerja tim efisien.

Kepemilikan Informasi

Di mana pun nilai yang lebih besar ditempatkan pada prestasi dengan posisi atau pengetahuan daripada prestasi dengan kerja sama, akan muncul menjadi kekuatan yang diperoleh “pemilik” informasi penting. (Misalnya untuk memiliki informasi adalah untuk memiliki kekuatan). jika manajemen  menentukan  bahwa  salah  satu  bidang  organisasi  tampaknya  terjebak  dalam kepemilikan pesan, mungkin perlu untuk melakukan pekerjaan pembinaan tentang perlunya upaya tim. Manajemen juga mungkin perlu menanamkan kebanggaan dalam kerja kelompok dan menunjukkan kebutuhan untuk pemenuhan dengan kerjasama dengan anggota organisasi lainnya.
Apakah kepemilikan informasi menjadi penghalang mungkin tergantung pada intensitas aspirasi orang-orang yang terlibat dan pada mode prestasi mereka.Seperti hampir selalu, manajemen harus memberi contoh.

Solusinya dalam Teknik Sipil

Ini tiga kaedah yang terbaik untuk memastikan masalah komunikasi dapat diselesaikan:

1: Semasa berkomunikasi, kita perlulah memahami diri orang lain sebelum orang lain memahami diri kita.

2: Penyampai perlulah terlebih dahulu memahami situasi, keadaan dan jiwa pendengar sebelum pendengar memahami diri penyampai maklumat.

3: Menggunakan teknik pengucapan yang baik dengan gaya yang menarik, seperti mengawal kadar kelajuan sebutan perkataan dan intonasi suara, memilih bahasa dan istilah yang sesuai, ekspresi muka, dan hubungan mata antara penyampai dan pendengar.

Kesimpulannya, kejayaan sesebuah organisasi atau kepimpinan ini bergantung kepada pendekatan yang digunakan melalui komunikasi dua hala yang berkesan. Jika komunikasi yang digunakan adalah positif, maka sesebuah organisasi itu akan menjadi kuat dan berjaya, jika tidak perkara sebaliknya akan berlaku. Komunikasi adalah fitrah manusia, kewujudan komunikasi ini dapat membina perasaan, hubungan, kasih sayang, persahabatan, kebencian dan sebagainya. Justeru itu, masyarakat harus mempraktikkan komunikasi yang baik demi menjaga keharmonian dalam sesebuah organisasi.

Pengertian Komunikasi dan Peranannya

Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli

  • Everett M. Rogers: Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.
  • Rogers & D. Lawrence Kincaid: Komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yg pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yg mendalam.
  • Shannon & Weaver: Komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yg saling pengaruh mempengaruhi satu sama lainnya, sengaja atau tidak sengaja. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni, dan teknologi.
  • Harorl D. Lasswell: Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yg menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa? Dengan akibat apa atau hasil apa.
  • Raymond S. Ross: Komunikasi adalah suatu proses menyortir, memilih dan mengirimkan simbol-simbol sedemikian rupa sehingga membantu pendengar membangkitkan makna atau respons dari pikirannya yg serupa dengan yg dimaksudkan komunikator.
  • Prof. Dr. Alo Liliweri: Komunikasi adalah pengalihan suatu pesan dari satu sumber kepada penerima agar dapat dipahami.
  • Bernard Berelson & Gary A. Steiner: Komunikasi adalah Transmisi informasi, gagasan, emosi, ketrampilan, dan sebagainya, dengan menggunakan simbol-simbol -kata-kata, gambar, figur, grafik dan sebagainya. Tindakan atau proses transmisi itulah yg disebut dengan komunikasi.
  • John R. Wenburg dan William W Wilmot: Komunikasi adalah suatu usaha untuk memperoleh makna.
  • Carl I.Hovland: Komunikasi adalah proses yg memungkinkan seseorang (komunikator) menyampaikan rangsangan untuk mengubah perilaku orang lain
  • Harorl D. Lasswell:  Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yg menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa? Dengan akibat apa atau hasil apa? (Who? Says what? In which channel? To whom? With what effect?)
  • Judy C pearson & Paul E melson: Komunikasi adalah Proses memahami dan berbagi makna
  • Stewart L. Tubbs & Sylvia Moss: Komunikasi adalah proses makna diantara dua orang atau lebih.
  • William I. Gordon, [dedy Mulyana: Komunikasi secara ringkas dapat didefinisikan sebagai suatu transaksi dinamis yg melibatkan gagasan dan perasaan.
  • M. Djenamar. SH: Komunikasi adalah seni untuk menyampaikan informasi, ide-ide, seseorang kepada orang lain.
  • William Albig: komunikasi adalah proses pengoperan lambang yg berarti diantara individu-individu.
  • Prof. Dr. Alo Liliweri: Komunikasi adalah pengalihan suatu pesan dari satu sumber kepada penerima agar dapat dipahami.
  • Anwar arifin: Komunikasi merupakan suatu konsep yg multi makna. Makna komunikasi dapat dibedakan berdasarkan Komunikasi sebagai proses sosial Komunikasi pada makna ini ada dalam konteks ilmu sosial. Dimana para ahli ilmu sosial melakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan komunikasi yg secara umum menfokuskan pada kegiatan manusia dan kaitan pesan dengan perilaku.
  • Murphy & Mendelson: Komunikasi merupakan suatu komunikaso untuk membangun & mempertahankan hubungan interpersonal.
  • Aristoteles: komunikasi adalah alat dimana warga masyarakat dapatberpartisipasi dalam demokrasi
  • Redi Panuju: Komunikasi adalah sistem aliran yg menghubungkan dan kinerja antar bagian dalam organisasi sehingga menghasilkan suatu sinergi.
  • Hoben: Komunikasi adalah pertukaran pikiran atau gagasan secara verbal.
  • Anderson: Komunikasi merupakan proses yg dinamis dan secara konstan berubah sesuai dengan situasi yg berlaku.
  • Barnlund: Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego.
  • Lexicographer: Komunikasi adalah upaya yg bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan. Jika dua orang berkomunikasi maka pemahaman yg sama terhadap pesan yg saling dipertukarkan adalah tujuan yg diinginkan oleh keduanya.

Peranan Komunikasi dalam dalam Teknik Sipil

Komunikasi dikatakan efektif apabila orang tersebut dapat menyampaikan apa yang ingin disampaikan kepada lawan bicaranya. Dalam bidang teknik sipil karena komunikasi langsung akan lebih sering dilakukan maka contoh peranannya adalah sebagai berikut :

  1. Menyampaikan informasi kepada lawan bicara dan menimbulkan kesamaan maksud atau persepsi
  2. Meminimalisir terjadinya kesalahan informasi
  3. Memudahkan urusan dan dapat menghemat waktu
  4. Menyampaikan pikiran atau ide
  5. Mengisi waktu luang

http://www.pengertianahli.com/2013/07/pengertian-komunikasi-menurut-para-ahli.html

 

Donor Darah

Bakti Sosial diadakan di Pura Satya Loka Arcana pada tanggal 19 Maret 2017. dalam kegiatan ini untuk pertama kalinya saya mendonorkan darah saya kepada PMI (Palang Merah Indonesia).

awalnya saya tidak ada keinginan untuk ikut kegiatan ini. namun atas saran dari ibu saya (salah satu panitia), maka saya tidak menyiayiakan kesempatan itu untuk  dapat membantu sesama. banyak yang tidak berani mendonorkan darahnya karena jarum yang digunakan cukup besar. namun kalau dipikir-pikir, rasa yang ditimbulkan jarum akan sama menurut saya. perbedaannya terletak pada saat darah akan diambil. dan hal ini membutuhkan waktu lumayan lama dari seharusnya dikarenakan pembuluh darah saya kecil. setelah mendonorkan darah saya, hanya satu perasaan saya yaitu senang. kesenangan itu dilanjuti dengan harapan darah tersebut akan berguna nantinya. terlepas dipakai atau tidak, yang penting niat saya sudah ada dan terealisasikan. dan kesenangan tadi saya aplikasikan pada saat memfoto kartu donor ini karena ini adalah kartu donor sekaligus pengalaman donor saya yang pertama.

Mengheningkan Cinta

(melatih pikiran untuk mecintai)

Mengheningkan Cinta adalah judul seminar pada tanggal 5 Mei 2017 yang diadakan di Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma dengan pembicara yang bernama Adjie Silarus. Sebelum masuk kedalam topik mengheningkan cinta, ada kalanya kita harus memahami apa itu hening. Hening bisa berarti diam, hening bisa berarti sepi, dan hening bisa berarti sunyi. Namun hening disini adalah mengistirahatkan pikiran. Sering kali, pada saat ini, kita ada di suatu tempat namun tidak beserta pikiran kita (pikiran kita ada di tempat lain). Cinta. Apa itu cinta? Banyak orang yang menyamakan istilah cinta dengan suka. Cinta adalah keikhlasan. Ikhlas atas ketidaksempurnaan, ikhlas akan keegoisan, ikhlas atas perubahan. tapi bukan berarti tidak menuntun atau mendampingi dia ke arah yang lebih baik.

Contoh sederhana : seorang ibu yang perfeksionis, yang senang akan kebersihan akan dihadapkan dengan anak yang tidak masalah dengan ketidakteraturan. itu adalah hal yang wajar. rasa seorang ibu terhadap anaknya itu adalah cinta yang paling indah. dua hal tadi (ibu yang perfeksionis dan anak yang senang akan ketidakteraturan) adalah hal yang bertolak belakang. dan pasti sang ibu selalu mengingatkan sang anak akan hal itu. mengingatkan disini dalam berbagai cara, bisa dengan nada yang agak tinggi misalnya. tapi bukan berarti ibu kita tidak mencintai kita bukan? beliau hanya ingin kita menjadi yang lebih baik versi kita. beliau ingin kita berkembang ke arah yang lebih baik. yang sebenarnya hal itu pun dapat memudahkan kita dalam kehidupan nantinya.

dalam seminar ini juga ada healing session. sesi dimana kita dilatih untuk menerima.  contoh misalnya diputusin pacar. mindfulnes mengajarkan kita untuk menerima bahwa hal itu wajar dan bagian dari kehidupan. dan hal yang harus dihadapi demi menjadi yang lebih baik lagi versi kita. bagaimana caranya? banyak orang bertanya bagaimana caranya dan setelah diberi solusi, apakah orang yang tadi bertanya “bagaimana” itu akan mengikuti saran yang telah diberikan? jawabannya adalah tidak juga, belum tentu. karena banyak dari kita yang tidak bersungguh-sungguh akan hal itu. niat yang minim. atau langsung bilang “tidak bisa”, “susah”. memang tidak mudah, tapi sudah banyak yang bisa kan? saya salah satu contohnya yang pernah ada dalam situasi tersebut. lalu bagaimana caranya? jawabannya adalah ikhlas. ikhlas menerima, ikhlas memaafkan. ikhlas menerima bahwa ini juga bagian dari rencana Tuhan. ikhlas memperbaiki kualitas diri. hal ini perlu, karena akan mendekatkan dengan kemungkinan-kemungkinan dan rezeki yang lebih baik. lalu membuka diri dan hati. kepada siapa? tidak langsung kepada lawan jenis. tetapi bisa kepada lingkungan, keluarga, sahabat. ingat betapa mereka tetap mencintaimu meskipun pada saat dirimu merasa terpuruk. ingat betapa mereka juga ikut bersedih apabila kamu terlalu larut dalam kesedihan. ingat betapa mereka juga ingin yang terbaik untukmu.

lalu apa itu mengeningkan cinta?

mengeningkan cinta yang dimaksud adalah keadaaan dimana kita menyadari, menerima, memahami, dan bersyukur atas segala sesuatu yag kita miliki terutama kejadian masa lalu yang membuat kita seperti sekarang ini. sekarang yang menjadi pertanyaan adalah apakah kita tetap berada dalam bayang-bayang masa lalu? apakah kita tetap menghawatirkan masa lalu? coba pahami kalimat ini mencoba mengubah sesuatu yang tidak bisa kita ubah adalah suatu hal yang sia-sia. untuk itu berhentilah memikirkan masa lalu. hanya cukup belajar dari nya tetapi tidak untuk tinggal di dalamnya. dan teruntuk yang tidak tinggal di masa lalu, jaga dan rawatlah cinta itu, bersyukur karenanya, agar selalu damai didalamnya dan tidak menyesal karena tidak melakukan yang terbaik untuknya.

Simakrama UKMHG 2017

Simakrama adalah bahasa Bali yang artinya bersilaturahmi. kegiatan ini diadakan oleh UKMHG (Unit Kegiatan Mahasiswa Hindu Gunadarma) yang bertujuan untuk meningkatkan responsibilitas demi menjaga keharmonisan UKMHG (sesuai dengan tema). kegiatan ini diadakan di Pura Widya Dharma, Cibubur pada tanggal 23 dan 24 April 2017.

dalam kegiatan ini, saya sebagai salah satu pelaksana, dan kami mengundang senior maupun alumni untuk berkontribusi dalam acara ini. kami menyandang tema ini dikarenakan kami sadar akan responsibilitas yang minim pada saat ini. kami ingin terjalin komunikasi dengan dan antar sesama junior, senior, dan alumni. perlu diketahui bahwa dalam organisasi ini tidak mengenal senioritas namun lebih berasaskan kekeluargaan. hubungan antara kakak dengan adik.

acara dalam kegiatan ini pun beragam. ada sembahyang, sesi sharing (pengalaman), games, dan acara ngelaawar (lawar adalah makanan khas Bali) yang diharapkan akan menumbuhkan keakraban satu dengan yang lainnya. kegiatan ini bisa terbilang sukses karena kehadiran peserta melebihi target. tidak lupa juga dalam kegiatan ini diadakan evaluasi demi menjadikan UKMHG yang lebih baik lagi.

Kode Etik Profesi dalam Bidang Teknik Sipil

Kode Etik Persatuan Insinyur Indonesia (PII)

Catur Karsa, Prinsip Dasar

  1. Mengutamakan keluhuran budi.
  2. Menggunakan Pengetahuan dan kemampuannya untuk kepentingan kesejahteraan umat manusia.
  3. Bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat, sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
  4. Meningkatkan kompetensi dan martabat berdasarkan keahlian profesional keinsinyuran.

Sapta Dharma, Tujuh Tuntunan Sikap

  1. Insinyur Indonesia senantiasa mengutamakan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
  2. Insinyur Indonesia senantiasa bekerja sesuai dengan kompetensinya.
  3. Insinyur Indonesia hanya menyatakan pendapat yang dapat dipertanggungjawabkan.
  4. Insinyur Indonesia senantiasa menghindari terjadinya pertentangan kepentingan dalam tanggung jawab tugasnya.
  5. Insinyur Indonesia senantiasa membangun reputasi profesi berdasarkan kemampuan masing-masing.
  6. Insinyur Indonesia senantiasa mengembangkan kemampuan profesionalnya.

 

sumber : http://manajemenproyekindonesia.com/?p=3057